ngecamp

Menjual Pulau = Menjual Kedaulatan

>> 03 Februari 2010


Siaran Pers WALHI

Jakarta, 1 Februari 2010 – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menilai rencana Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk “menjual” 12 pulau di Kabupaten Selayar adalah kebijakan yang keliru.

Pertama, Indonesia adalah negara Kepulauan. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, basis pertahanan kita ada di pulau. Sehingga tidak seharusnya Pemerintah menyerahkan pengelolaannya kepada investor. Kedua, dari sisi sumberdaya manusia, Indonesia memiliki ribuan sarjana perikanan dan pariwisata. Ketiga, Pemerintah harus memikirkan dampak dari kebijakan ini, baik dalam hal ekologi, ekonomi, sosial maupun budaya bagi penduduk setempat.

Dengan memberikan hak pengelolaan pulau kepada investor, sama artinya dengan Pemerintah menyerahkan kedaulatan Republik Indonesia kepada para tuan pemilik modal. Rakyat sebagai pemilik sah Republik ini semakin disingkirkan dan dijauhkan dari sumber-sumber kehidupannya. Sistem bagi hasil yang ditawarkan Pemerintah kepada investor bukanlah solusi tepat bagi kesejahteraan rakyat. Jika pengelolaan pulau sudah diserahkan kepada investor atas legitimasi pemerintah, maka akses dan kontrol rakyat terhadap sumber kehidupannya menjadi tak ada lagi.

Berbagai kegiatan illegal bisa saja terjadi di pulau kecil yang jauh dari pusat pemerintahan. Mulai dari pencurian ikan, penebangan mangrove, perusakan terumbu karang, sampai pencemaran akibat pembuangan limbah ke laut. Siapa yang akan menjamin bila terjadi transaksi illegal di pulau tersebut? Kasus pulau Sipadan dan Ligitan seharusnya menjadi pengalaman berharga bagi pemerintah Indonesia dalam mengelola pulau-pulau kecilnya. Untuk itu, Walhi meminta agar Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan tidak melanjutkan rencananya untuk “menjual” pulau-pulau di Kabupaten Selayar. Karena menjual pulau sama artinya dengan menjual kedaulatan, menyerahkan sepenuhnya pengelolaan pulau kepada pemodal asing.

Pemerintah adalah pelayan rakyat, bukan pelayan investasi. Sebagai pelayan rakyat sudah seharusnya Pemerintah berhenti mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang keliru, tapi mengedepankan kebijakan yang pro rakyat dan pro lingkungan.

---------------------

Untuk Informasi lebih lanjut:
Carmelita Mamonto – 085298644986
email : carmelita[at]walhi.or.id
Pengkampanye Pesisir dan Laut WALHI

Sumber : walhi.or.id

READ MORE - Menjual Pulau = Menjual Kedaulatan

Bambu untuk Mengurangi Karbon Dioksida

Vegetasi bambu berdaya serap karbon dioksida tergolong paling besar, berbeda dengan jenis pohon lain karena bambu memiliki kemampuan fotosintesis efisien, yaitu menyerap kembali sebagian karbon dioksida yang dihasilkan.
Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi

Dalam pembahasan di Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Denmark, baru-baru ini, penanaman bambu diupayakan masuk dalam program Alih Guna Lahan dan Kehutanan (LULUCF), serta Reduksi Emisi dari Perusakan Hutan dan Degradasi Lahan (REDD).

"Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi"

”Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi,” kata Marc Peeters, salah satu penanam modal usaha pembibitan bambu satu-satunya di Indonesia dengan teknologi kultur jaringan dari Belgia, Senin (1/2/2010) di Jakarta.

Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaatmadja telah menyampaikan gagasannya kepada Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta untuk menghidupkan kembali Rencana Aksi Bambu Nasional. Kebijakan itu dikeluarkan Sarwono saat menjabat Menteri Lingkungan Hidup periode 1996-1997.

Peneliti bambu dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Hutan dan Konservasi Alam pada Badan Litbang Kehutanan di Departemen Kehutanan Sutiyono menjelaskan, fotosintesis bambu memiliki mekanisme C4, sedangkan pohon jenis lainnya C3. Artinya, fotosintesis bambu lebih efisien.

Peeters mengatakan, apresiasi dunia terhadap bambu kini meningkat, seperti di Bandara Barajas, Madrid, Spanyol, yang menggunakan bambu untuk langit-langit gedungnya.

Sumber : Kompas.com

READ MORE - Bambu untuk Mengurangi Karbon Dioksida

PIDATO ANAK 12 TH YANG MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB (Tentang Lingkungan Hidup)

>> 29 Januari 2010

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki, seorang anak yang pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yang mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak-anak lain mengenai masalah lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konferensi Lingkungan Hidup PBB, di mana pada saat itu Severn yang berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yang memberikan pengaruh besar (dan membungkam) beberapa pemimpin dunia terkemuka.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil berusia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yang berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental Children Organization Kami adalah kelompok dari Kanada yang terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang ke sini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada di sini untuk berbicara bagi semua generasi yang akan datang.

Saya berada di sini mewakili anak-anak yang kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada di sini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya di seluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak didengar.

Saya merasa takut untuk berada di bawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yang dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.
Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaimana cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Di sini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuangnya, beli dan kemudian buang.
Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang ” .

Jika seorang anak yang berada di jalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konferensi ini, mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharusnya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja”, kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.”

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
*********************************************************************

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konferensi PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir di ruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.

Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:

” Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya di sekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato. Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin. Saya … tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun “

———— ——— ——— ——— ——— —————— ——— ———————
*Tolong sebarkan tulisan ini ke semua orang yang anda kenal, bukan untuk mendapatkan nasib baik atau kesialan kalau tidak mengirimkan, tapi mari kita bersama-sama membuka mata semua orang di dunia bahwa bumi sekarang sedang dalam keadaan sekarat dan kitalah manusia yang membuatnya seperti ini yang harus bertindak untuk mencegah kehancuran dunia.
*(Copyright from: Moe Joe Free)




READ MORE - PIDATO ANAK 12 TH YANG MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB (Tentang Lingkungan Hidup)

Lapisan Barat Kutub Selatan Tidak Stabil

>> 26 Januari 2010


LONDON, Menghangatnya Bumi belahan selatan saat ini diperkirakan memengaruhi lapisan es di Kutub Selatan atau Antartika. Tim periset Universitas Oxford dan Universitas Cambridge, Inggris, baru-baru ini mengungkapkan hasil studi yang menyatakan lembar es Antartika barat mulai tidak stabil. Tim mengembangkan model menjelajahi perubahan lapisan es dari dasar hingga lapisan yang mengapung.

"Volume es yang terdapat pada lapisan Antartika barat itu setara dengan kenaikan permukaan laut 3,3 meter," kata Dr Richard Katz dari Departemen Ilmu Kebumian Universitas Oxford. Model yang dikembangkan menunjukkan ketidakstabilan pada landasan garis yang disebabkan perubahan iklim secara bertahap. Hal itu dapat menimbulkan perpecahan es.

"Model-model iklim global ini sering menggunakan asumsi bahwa ketika dunia menghangat, lembaran es itu akan mencair dengan stabil, lalu menyebabkan kenaikan muka laut secara bertahap," kata Katz.

Tetapi, ia mengatakan, struktur lapisan es jauh lebih kompleks. "Kami perlu melakukan lebih banyak pekerjaan untuk membangun model lebih baik tentang perilaku lembaran es. Kemudian untuk memprediksi perilaku es di masa depan sebagai dampak perubahan iklim," ujar Katz.

Sumber : Kompas.com

READ MORE - Lapisan Barat Kutub Selatan Tidak Stabil

Menhut: Ini Kawasan Hewan, Bukan Kawasan Manusia


JAKARTA, Menteri Kehutanan menjelaskan bahwa konservasi hutan mangrove adalah kawasan hewan bukan kawasan manusia.

"Taman Wisata Alam Angke Kapuk adalah kawasan hewan, bukan kawasan kita (manusia). Jadi di taman wisata ini sekaligus menjadi konservasi pohon magrove juga satwa-satwa. Sehingga bila pengunjung hendak berwisata ke tempat ini harus mempersiapkan diri dengan obat nyamuk, pakaian yang menjauhkan diri dari gigitan nyamuk DBD," ucap Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan pada acara peresmian Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Senin (25/1/2010).

Taman wisata yang memiliki luas lebih kurang 99,82 hektar ini ini merupakan lahan konservasi pohon mangrove dan satwa-satwa liar, di antaranya biawak, udang, dan burung-burung liar.

Menhut dalam sambutannya memberikan dukungan sepenuhnya kepada Sri Lela Murniwati, Direktur Utama PT Murindra Karya Lestari, atas kerja kerasnya selama 12 tahun untuk membangun taman wisata ini. "Apa yang dilakukan Ibu Murni ini luar biasa, beliau melakukan rehabilitasi mangrove, menjadikan kawasan ini sebagai tempat konservasi flora dan fauna," ucap Zulkifli.

Menhut berharap nantinya tempat ini bisa menjadi pusat pengembangan pendidikan hutan mangrove serta sekaligus bisa menjadi wisata alam yang terbaik untuk Jakarta, khususnya Jakarta Utara, bahkan bisa jadi untuk Indonesia sekaligus bisa menjadi wisata internasional.

"Taman wisata ini letaknya tidak jauh dengan Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan asing yang singgah di Jakarta," ucap Zulkifli.

Peresmian Taman Wisata Angke Kapuk ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan hutan mangrove oleh Menhut dengan menggunakan perahu karet.

Sumber : Kompas.com

READ MORE - Menhut: Ini Kawasan Hewan, Bukan Kawasan Manusia

Sadis, Bunga Raflesia Ini Dipotong Satu Kelopaknya


BENGKULU, Bunga Raflesia (Raflesia arnoldi) yang sedang mekar sempurna di Km 40 jalan lintas Kota Bengkulu-Kepahiang dirusak oknum tak bertanggungjawab dengan memotong salah satu kelopak bunganya.

Anggota tim Peduli Puspa Langka Tebat Monok Kabupaten Kepahiang, Holidin mengatakan bunga tersebut mekar hanya berjarak 2 meter dari badan jalan sehingga sangat mudah dijangkau pengunjung.

"Kami tidak tahu siapa yang memotong kelopak ini karena tidak ada penjagaan saat malam hari,"katanya, Senin.

Bunga langka yang mekar sempurna itu masih ramai didatangi pengunjung yang ingin melihat keindahan bunganya.

Salah seorang pengunjung, Musiardanis mengatakan merasa kecewa dengan tindakan tidak terpuji itu.

"Bangsa lain ada yang mengklaim bunga ini saking unik dan langkanya, tetapi masyarakat kita sendiri sama sekali tidak memiliki rasa tanggung jawab untuk memelihara, malah merusak,"katanya.

Bunga Raflesia yang normalnya memiliki lima kelopak, dengan dipotongnya satu kelopak tersebut hanya tinggal empat sehingga membuat bunga itu kurang menarik untuk dipandang.

Menurut Kabag Tata Usaha Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu, Supartono mengatakan Hutan Lindung (HL) Bukit Daun merupakan habitat Bunga Raflesia dan memang sering ditemui bunga yang sedang mekar.

Sumber : kompas.com

READ MORE - Sadis, Bunga Raflesia Ini Dipotong Satu Kelopaknya

Menuju Puncak Impian

>> 07 Januari 2010


Butiran keringat terus mengalir tiada henti
Membasahi tubuh yang semakin lemah

Udara dingin pagi hari
Membalut seluruh tubuh
Menyentuh kulit menusuk tulang
Perlahahan mulai mematahkan semangat
Menggoyahkan impian

Kusadari...
Segala kemungkinan bisa terjadi
Kehancuran dan kematian bisa saja terjadi
Di sini...Tempat yang tinggi

Hujan dan badai bisa saja menghempas
Bisa saja tersandung dan terjatuh
Hingga ajal pun menghampiri

Kusadari...
Hanya Engkaulah yang mampu bicara
Ya dan Tidaknya Aku

Menuju satu titik impian
Kebahagiaan dan kepuasan
Satu titik semangat baru
Puncak Harapan
Puncak Garuda..

Ya Tuhan
Kusadari kelemahanku..
Berilah aku kekuatan
Untuk menjalani petualanganku ini



Pasar Bubrah, Gn.Merapi
2 Januari 2010

By: Budi " U-be" Seplawan



READ MORE - Menuju Puncak Impian

Bawana SMK N1 Puworejo

Photobucket

Alamat Sekretariat:
Kampus SMK N1 Purworejo
Jl. Tentara Pelajar Kotak Pos 127
Email: mkipa_bawana@yahoo.co.id

Twitter Updates

  © Blogger templates Sunset by BAWANA 2009

Back to TOP